“Sebetulnya pingin sih mengerjakannya, tapi saya nggak
ada waktu,”
Sebuah ungkapan yang sering kita dengar
bukan? Tidak sedikit dari kita yang masih pontang-panting mengelola waktu.
Mulai dari bos, pekerja, pelajar, bahkan ibu rumah tanggapun seringkali
mengeluh jika mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan semua
pekerjaan.
Manajemen
Waktu
Inti dari manajemen waktu adalah
menentukan tujuan dan membuat prioritas, mulai dari yang terpenting hingga yang
kurang penting. Kemudian membuat rencana waktu untuk bisa memenuhinya. Belajar
mengelola waktu sama juga artinya dengan mengelola diri sendiri.
Manajemen waktu ini tidak hanya berlaku
untuk urusan kerja, tapi juga untuk liburan atau kegiatan sosial. Dengan
pengelolaan waktu yang terencana tidak akan menjadikan kita sebagai si
“workoholic”
Bagaimana
kita menyikapi waktu?
Individu memiliki kesadaran dan
utilisasi waktu yang beragam.. Apa yang kita hasilkan dalam waktu 24 jam
tergantung pada motivasi, energi, ketrampilan dan kemampuan kita. Langkah
pertama untuk memperbaiki manajemen waktu adalah dengan melihat pola waktu kita
sendiri.
Prime
Time (Waktu Terbaik)
Prime time adalah saat dimana energi
kita berada dalam posisi puncak sehingga kita bisa beraktivitas dengan efisien.
Masing-masing indivdidu memiliki ‘jam biologis’ yang berbeda. Ada yang merasa
bersemangat dan mengerjakan tugasnya di pagi hari untuk mendapatkan hasil yang
terbaik. Sementara sebagian orang lainnya bangun pagi dan beraktivitas sangat
lamban, namun menjadi sangat efisien di siang hari.
Ada juga yang merasa lebih mudah
menyelesaikan pekerjaannya di tengah malam. Gunakan prime time ini untuk
melakukan pekerjaan dengan kategori ‘sangat penting’ yang membutuhkan pemikiran
dan energi yang besar.
Availability
Time (Waktu Senggang)
Di hari-hari tertentu atau di akhir
minggu, harus ada waktu yang kita sisihkan untuk berkomunikasi dengan
orang-orang di sekitar kita. Misalnya, eksekutif yang super sibuk harus
memiliki jadwal untuk bertemu/berkomunikasi dengan staf kantor, manajer, buruh,
dan bagian-bagian lain yang ada di bawah pengawasannnya.
Menentukan
tujuan
Hal pertama yang harus kita lakukan
untuk mengelola waktu secara efisien adalah dengan menentukan tujuan. Banyak
dari kita yang ingin mengerjakan dua hal sekaligus. Poin terpenting adalah kita
mempertimbangkannya dengan matang dan menentukan apa yang ingin kita capai.
Seteleh menentukan tujuan, tulis.
Jika tidak maka tujuan akan menjadi
tidak jelas dan kita tidak pernah tahu pencapaiannya. Dengan menyadari kalau
kita tidak bisa mengerjakan semuanya disaat yang bersamaan, maka proyek yang
besar dengan jangka waktu yang panjang dapat kita bagi menjadi serangkaian
proyek jangka pendek yang dapat diselesaikan satu per satu. Serta memberikan
prioritas tertinggi untuk memenuhi deadline. Jika tidak waktu akan berlalu
begitu saja dan tidak ada kemajuan yang dibuat.
Bekerja sesuai rencana
Perencanaan waktu tidak selamanya
berjalan mulus. Ada saja gangguan dan masalah yang muncul. Namun, perencanaan
yang matang akan membantu kita untuk menyelesaikan tugas sehingga terhindar
dari stress.
1. Jika sekiranya ada pekerjaan yang
akan menyita lebih banyak waktu, pikiran, dan tenaga, rencanakan jauh-jauh hari
sebelumnya.
2. Memulai kerja lebih awal sehingga
terhindar dari last minute rush
3. Mengerjakan tugas rutin terlebih
dahulu sehingga akan ada banyak waktu untuk tugas yang membutuhkan perhatian
khusus
Strategi
Manajemen Waktu:
Terlepas dari perencanaan waktu yang
dipilih, strategi mengelola waktu bisa jadi sangat membantu, seperti:
1. Buat dan gunakan daftar “To Do”
seitap harinya, disusun berdasarkan tingkat kepentingan.
2. Cek catataan dan kalender untuk
memastikan tugas yang sudah diselesaikan, appointment, atau jadwal meeting.
3. Gunakan waktu menunggu. Gunakan celah
saat menunggu untuk membaca, membalas email atau membuat catatan belanja
4. Menolak ajakan dimana kita memang
tidak ada waktu untuk melakukan kegiatan tersebut.
5. Jangan biarkan kegiatan yang tidak
ada dalam jadwal mengganggu rencana.
6. Konsentrasi pada satu hal di satu
waktu. Curahkan energi dan pikiran untuk tugas tersebut. Abaikan gangguan dan
jangan membuang waktu dengan memikirkan semua hal yang harus dikerjakan.
Dengan menggunakan manajemen waktu
sebagai alat untuk menentukan tujuan berdasarkan tingkat kepentingan, akan
membuat kita bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras.





0 komentar:
Posting Komentar